Pemberian ASI ( Makalah )
Apabila ASI berlebihan, sampai keluar
memancar,maka sebelum menyusui sebaiknya ASI dikeluarkan lebih dahulu untuk
menghindari bayi tersedak atau enggan menyusu.Pengeluaran ASI juga berguna bagi
ibu yang bekerja bisa meninggalkan ASI untuk bayinya.
Pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan
dua cara :
- Pengeluaran
dengan tangan : tangan ibu dicuci dengan bersih,menyiapkan cangkir/gelas
tertutup yang telah dicuci dengan air mendidih.ibu melakukan pemijatan
payudara dengan kedua telapak tangan dari pangkal ke arah aerola.dilakukan
pemijatan secara merata mengelilingi payudara.
- Pengeluaran
dengan pompa: Bila payudara bengkak/ terbendung dan puting susu
terasa nyeri,maka akan lebih baik bila ASI dikeluarkan dengan pompa
payudara.Pompa baik digunakan bila ASI benar-benar penuh,tetapi pada
payudara yang lunak akan lebih sukar.Ada dua macam pompa,pompa tangan dan
pompa listrik,yang biasa digunakan adalah pompa Payudara tangan.
Penyimpanan ASI
ASI yang dikeluarkan dapat disimpan
untuk beberapa saat.Ada perbedaan lamanya disimpan dikaitkan dengan tempat
penyimpanan:
- Di
udara bebas/terbuka : 6-8 jam
- Di
lemari Es : 24 jam
- Di
lemari pendingin/beku (-18° C) : 6 bulan
ASI yang didinginkan tidak boleh direbus
bila akan dipakai,karena kualitsnyaakan menurun,yaitu unsur kekebalannya.ASI
tersebut cukup didiamkan beberapa saat didalam suhu kamar,agar tidak terlalu
dingin,atau dapat pula direndam di dalam wadah yang telah terisi air panas.
Pemberian ASI peras (Download)
Perlu diperhatikan,jangan diberikan
dengan botol/dot,karena hal ini akan menyebabkan bayi “bingung puting”.Berikan
pada bayi dengan cangkir atau sendok,sehingga saat ibu menyusui langsung,bayi
tidak menolak menyusu.
Cara pemberian dengan menggunakan
cangkir :
- Ibu
atau yang memberi minum bayi,duduk dengan memangku bayi.
- Punggung
bayi dipegang dengan lengan.
- Cangkir
diletakkan pada bibi bawah bayi.
- Lidah
bayi berada diatas pinggir cangkir dan biarkan bayi mengisap ASI dari
dalam cangkir(saat cangkir dimiringkan).
- Beri
sedikit waktu istirahat saat bayi menelan.
MANAJEMEN LAKTASI PADA IBU YANG BERKERJA
Berikut ini adalah tugas bidan dalam
rangka memelihara aktifitas menyusui ASI pada ibu berkerja. Aktifitas berikut
dapat diberikan dalam bentuk penyuluhan atau selebaran yang dapat dibagikan
setiap kali ibu dating memeriksakan diri atau bayinya. Setiap kali pertemuan
antara bidan dan ibu menyusui, penting dilakukan pengkajian dan evaluasi
tentang aktifitas menyusui ASI ibu tersebut dan segala masalah atau hambatan
yang dihadapi ibu atau keluarganya.
- Beri
pengertian ibu tentang pentingnya ASI.
- Jelaskan
produser menyusui yang benar.
- Jelaskan
berbagai factor yang dapat menghambat keluarnya ASI.
- Libatkan
suami atau keluarga lain yang terlibat lebih dominan dalam keluarga agar
memahami dan dapat membantu istri mempertahankan ASI.
- Jangan
memberi makan an tambahan apapun kepada bayi sebelum bayi berumur 6 bulan.
- Susui
sesering mungkin selama ibu cuti berkerja, minimal 2 jam sekali.
- Biasakan
pada malam hari untuk menyusui bayi.
- Porsi
makan malam diperbesar dan ibu tidak perlu takut untuk menjadi gemuk.
- Tambahkan
susu satu gelas untuk ibu sebelum tidur.
- Susui
bayi pada pagi hari, dan keluarkan sampai payudara kosong setiap kali
habis menyusui.ASI dapat disimpan di dalam kulkas atau termos yang di beri
es. Susu ini dapat di berikan kepada bayi di rumah ketika ibu ada di
kantor.
- Cara
menghangatkan ASI yang di simpan dalam lemari esa dalah dengan merendamnya
dalam air hangat (suhu <50 derajat celcius)
- Bangkitkan
kepercayaan ibu bahwa ia dapat memenuhi kebutuhan bayinya .
- Bila
ibu berkerja sampai sore maka di tempat kerja ibu harus secara rutin
memeras susu dengan tangan dan menyimpan susu dalam botol.
- Pada
malam hari usahakan bayi dapat menyusu sedikitnya 3x.
- Menu
ibu menyusui harus dipenuhi.
- Hindari
stress (atasi stress dengan baik)
- Bayi
jangan diberi susu selain ASI
- Hindari
penggunaan dot pada saat memberi ASI, gunakan sendok kecil.
- Bila
putting susu lecet, pemberian ASI jangan di hentikan, tetap di susui dan
olesi luka dengan ASI sebelum dan sesudah menyusui.
- Segera
konsultasi ke bidan atau dokter bila ada keluhan selama menyusui.
Konsep ASI (Air Susu Ibu) dan Menyusui
mulai dari :
1. Definisi ASI
1. Definisi ASI
Air susu ibu adalah makanan yang paling
ideal untuk bayi. Semua unsur gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan
perkembangan bayi normal ada di dalam ASI. Oleh karena itu, menyusui menjadi
cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Menyususi juga bisa
membangun hubungan yang hangat antara ibu dan bayi. Hal ini sangat penting bagi
perkembangn psikologis yang sehat dari sang bayi. Menyususi juga bisa membangun
hubungan yang hangat antara ibu dan bayi. (Ratih Novianti: 2009).
Air susu ibu adalah nutrisi terbaik bagi
bayi. ASI ibarat emas yang diberikan gratis oleh Tuhan, karena ASI adalah
cairan hidup yang dapat menyesuaikan kandungan zatnya terhadap kebutuhan bayi.
Kandungan gizi yang terdapat dalam ASI terbukti dapat melawan infeksi, membantu
mematangkan sistem imunitas, mengurangi gangguan pencernaan dan mendukung
pertumbuhan otak bayi serta sesuatu yang tidak dapat diperoleh oleh susu buatan
pabrik.
Pemberian ASI bagi bayi juga memberikan
keuntungan jangka panjang pada anak, diantarannya: terhindar dari penyakit
alergi ,asma, obesitas, dan bahkan beberapa jenis kanker. Penelitian juga telah
membuktikan bahwa ASI tidak hanya membuat bayi anda sehat tetapi juga membuat
mereka lebih cerdas. Bagi ibu yang menyusui juga memberikan banyak manfaat.
Hormon yang dihasilkan saat menyusui akan mengurangi pendarahan yang mungkin
terjadi pasca persalinan dan membantu rahim mengecil kembali keukuran semula.
Menyusui juga dapat mengurangi resiko terjadinya beberapa penyakit pada ibu,
diantaranya: kanker payudara. Ibu yang menyusui anaknya akan hidup lebih bersih
dan teratur serta lebih memperhatikan kesehatan tubuh lingkungan agar si kecil
tetap sehat. (Ratih Purwanti,2009).
2. Sejarah ASI
Pada tahun 1990, WHO-UNICEF membuat
deklarasi yang dikenal dengan deklasi innocent (innocenti;declaration).
Deklarasi yang dilahirkan diinnocent Italia ini bertujuan untuk melindungi,
mempromosikan, dan memberikan dukungan pada pemberian ASI. Pada deklarasi yang
juga ditandatangani oleh Indonesia ini, dijelaskan bahwa untuk mengingat
kesehatan dan mutu makanan bayi secara optimal, maka semua ibu dianjurkan
memberikan ASI sejak lahir hingga usia 4 bulan. Setelah berumur 4 bulan, bayi
mulai diberikan makanan pendamping/padat yang benar dan tepat, sedangkan ASI
tetap diteruskan sampai usia 2 tahun atau lebih (Suprayoga, 2009).
3. Keunggulan ASI
Dilihat dari kandungan nutrisinya, ASI
masih merupakan makanan yang terbaik dan telah memenuhi kebutuhan bayi dari 0
hingga 6 bulan lebih hingga 100%. ASI mengandung karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, mineral, dan enzim yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sehingga ASI akan
mengurangi resiko dari berbagai jenis kekurangan gizi. Selain itu, ASI juga
dibutuhkan bagi otak, mata, dan pembuluh darah yang sehat.
ASI dapat mencegah anemia pada bayi
karena mengandung zat besi yang dapat diserap lebih baik dari pada zat besi
dari sumber lainnya. Selain tiu, ASI jga membuat bayi tidak akan kekurangan
nutrisi, karena ASI mampu memenuhi kebutuhan energi bayi.(Ratih novianti,
2009).
Manfaat ASI untuk bayi,
diantaranya:
- ASI
sebagai nutrisi.
- ASI
meningkatkan daya tahan tubuh.
- ASI
menigkatkan kecerdasan.
- ASI
mempercepat jalinan kasih sayang.
- Kandungan
gizi pada ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.
- Mudah
dicerna dan diserap.
- ASI
bersih dan segar.
- Aman
dan murah.
- Melindungi
tubuh bayi dari berbagai penyakit terutama penyakit imlikasi.
- Memperindah
kulit, gigi dan bentuk bentuk rahang.
- Tersedia
pada suhu yang tepat sehingga bayi tidak harus menuggu.
- Jarang
terkena diare tidak akan sembelit dan jarang terkena alergi
4. Proses Produksi ASI
ASI diproduksi dari hasil kerja sama
antara faktor hormonal dan saraf. Untuk membahas mengenai bagaimana ASI dapat
diproduksi, terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai hormon estrogen. Hormon
estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh rahim untuk merangsang
pertumbuhan organ seks, seperti payudara dan rambut pubik, serta mengatur siklus
menstruasi. Hormon estrogen juga berperan menjaga tekstur dan fungsi payudara
membesar dan merangsang pertumbuhan kelenjar ASI. Selain itu, hormon estrogen
memperkuat dinding rahim saat terjadi kontraksi menjelang persalinan. Payudara
terdiri atas kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang terletak di antara kulit
dan tulang dada bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan
berserat yang saling berhubungan, yang mengikat payudara dan mempengaruhi
bentuk serta ukuran payudara. Terdapat juga pembuluh darah dan kelenjar getah
bening. Kelenjar di dalam payudara yang dikenal sebagai kelenjar lobule
membentuk lobe atau kantung penghasil susu yang akan menghasilkan susu setelah
seorang perempuan melahirkan. Terdapat sekitar 15-20 kantung penghasil susu
pada setiap payudara, yang dihubungkan dengan saluran susu yang terkumpul di
dalam puting.
ASI tidak diproduksi selama kehamilan
karena ada faktor-faktor yang menekan pelepasan hormon prolaktin. Salah satunya
berkat kerja hormon estrogen bisa kita bayangkan jika susu sudah diproduksi
sejak awal kehamilan sementara belum ada yang menghisapnya, para ibu tentu
harus membuaang ASI setiap hari. Proses produksi sampai air susu memenuhi
payudara sekitar satu hari hingga tiga hari. Oleh karena itu, tidak perlu
khawatir apabila air susu belum keluar atau yang keluar hanya sedikit sekali
pada hari-hari pertama yang diproduksi payudara saat produksi ASI dimulai.
Cairan kolostrum berbentuk encer, manis, dan mudah dicerna. Awalnya kolostrum
berbentuk kental dan berwarna kuning, semakin dekat dengan persalinan,
kolostrum semakin encer dan warnanya memucat.
ASI diproduksi setiap saat sebelum,
selama, dan sesudah bayi menyusu. ASI yang telah diproduksi disimpan dalam
payudara ibu. Volume ASI yang disimpan dipayudara akan lebih banyak jika masa
jeda waktu menyusu berikutnya lebih lama. Volume ASI yang disimpan dalam
payudara relatif bervariasi pada tiap ibu dan tidak ditentukan dari ukuran
payudara. ASI tidak akan pernah habis 100% meskipun bayi telah menyusu payudara
setiap saat. Penelitian lakasi membuktikan, bayi tidak akan menghabiskan semua
stok ASI pada payudara. Makin banyak dan sering bayi minum ASI, makin cepat ASI
diproduksi. Jadi, jangan berfikir menyusui, memompa, atau memerah ASI seperti
meminum air di dalam gelas dengan sedotan, begitu diminum akan berkurang.
Pada bebrapa hari pasca melahirkan,ASI
mulai diproduksi oleh organ penghasil ASI. Pada hari pertama produksi ASI tidak
ditentukan dari beberapa banyak ASI akan dikeluarkan. Tetapi, setelah beberapa
hari kemudian produksi ASI sangat ditentukan dari berapa banyak ASI yang
dikeluarkan, baik dengan cara disusui atau dipompa. Seterusnya organ produksi
ASI akan mulai mengurangi produksi ASI hingga jumlahnya sesuai dengan kebutuhan
bayi.
Pada minggu pertama umumnya ibu
memproduksi ASI melebih kapasitas yang dibutuhkan bayi, terutama jika ibu
menyusui dengan baik. Di masa tersebut banyak ibu mengalami rembesan ASI atau
payudara terasa penuh atau bengkak kondisi ini tidak akan berlangsung lama.
Pada masa tersebut organ produksi ASI ibu sedang dalam proses penyesuain
terhadap jumlah ASI yang dibutuhkan bayi.
Sekitar minggu keenam hingga bulan
ketiga kadar prolaktin akan mulai berkurang secara berahap hingga akhir masa
menyusui. Pada masa tersebut payudara mulai terasa tidak penuh, rembesan ASI
berkurang dan refleks aliran ASI mulai tidak terasa. Kandungan ASI yang
diproduksi ibu selalu berubh dari waktu ke waktu. Di menit-menit awal menyusui,
ASI kaya akan protein, rendah lemak dan cenderung lebih encer seperti susu
formula yang kebanyakan air. ASI yang dinamakan susu awal atau foremilk ini
berfungsi untuk mengenyangkan saat menyusui, ibu tidak dapat membedakan secara
pasti antara foremilk dan hindmilk karena perubahannya berlangsung secara
perlahan.
1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Produksi ASI
Untuk meningkatkan produksi ASI
hendaknya kita mengetahui faktor yang mempengaruhi produksi ASI. Faktor
tersebut adalah:
a. Makanan Ibu
Makanan yang dimakan seorang ibu yang
sedang dalam masa menyusui tidak secara langsung mempengaruhi mutu kualitas
ataupun jumlah air susu yang dihasilkan. Dalam tubuh terdapat cadangan berbagai
zat gizi yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan. Unsur gizi
dalam 1 liter ASI setara dengan unsur gizi yang terdapat dalam 2 piring nasi
ditambah 1 butir telur. Jadi, diperukan kalori yang setara dengan jumlah kalori
yang diberikan nasi untuk membuat 1 liter ASI.
Apabila ibu yang sedang menyusui bayinya
tidak mendapat tambahan makanan, tentu akan mengkibakan terjadinya kemunduran
dalam pembuatan dan produksi ASI. Terlebih lagi jika pada masa kehamilan ibu
juga mengalami kekurangan gizi. Karena itu tambahan makanan bagi seorang ibu
yang sedang menyusui anaknya mutlak diperlukan. Meskipun tidak ada pengaruh
yang jelas terhadap jumlah air minum dalam jumlah yang cukup, seorang ibu tetap
dianjurkan selain mengkonsumsi makanan tambahan sebagai sumber protein seperti
ikan dan telur, serta bahan makanan sebagai sumber vitamin, juga di perlukan
untuk menjamin kadar berbagai vitamin yang dibutuhkan dalam ASI.
b. Ketentraman jiwa dan pikiran
Produksi air susu ibu sangat dipengaruhi
oleh faktor kejiwaan. Ibu yang selalu dalam keadaan gelisah, kurang percaya
diri, dan berbagai bentuk ketegangan emosional, mungkin akan gagal dalam
menyusui bayinya. Pada ibu ada dua macam refleks yang menentukan keberhasilan
dalam menyusui bayinya adalah refleks prolaktin dan refleks milk
ejaction.
c. Pengaruh persalinan dan klinik
bersalin
Banyak ahli mengemukakan adanya pengaruh
yang kurang baik terhadap kebiasaan memberikan ASI pada ibu-ibu yang melahirkan
dirumah sakit atau klinik bersalin, mereka tetap menitik beratkan upaya agar
persalinan dapat berlangsung dengan baik kemudian ibu dan anak berada dalam
keadaan selamat dan sehat. Akan tetapi, masalah pemberian ASI kurang mendapat
perhatian. Kondisi ini sering kali kita temukan hingga sekarang, pengaruh itu
bahkan diperparah dengan keadaan di sekeliling kamar bersalin yang dipasang dan
ditempeli gambar-gambar atau foster memuji penggunaan dan manfaat berbagai
macam merk susu formula atau susu buatan.
d. Pengaruh alat kontrasepsi yang
mengandung estrogen dan progesteron
Kita bisa bayangkan betapa sedikitnya
informasi yang diterima oleh para ibu tentang penggunaan pil KB. Dalam aturan kesehatan
selama ibu yang dalam masa menyusui tidak dianjurkan menggunakan alat
kontrasepsi berupa pil yang mengandung hormon estrogen, karena hal ini dapat
mengurangi jumlah produksi ASI secara keseluruhan, maka dari itu alat
kontrasepsi dalam rahim yaitu IUD atau spiral. Kerena AKDR dapat merangsang
uteru ibu sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kadar hormon
oxitoksin, yaitu hormon yang dapat merangsang produksi ASI. (Anton Baskoro,
2008)
2. Volume Produksi ASI definisi
Pada minggu bulan terakhir kehamilan,
kelenjar-kelenjar pembuat ASI mulai menghasilkan ASI. Apabila tidak ada
kelainan, pada hari pertama sejak bayi lahir akan dapat menghasilkan 50-100 ml
sehari. Dari jumlah ini, akan terus bertambah sehingga mencapai sekitar 400-450
ml pada waktu mencapai usia minggu kedua. Jumlah tersebut dapat dicapai dengan
menyusui bayinya selama 4-6 bulan pertama. Karena itu selama kurun waktu
tersebut ASI mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi.
Setelah 6 bulan volume pengeluaran air
susu menjadi menurun dan sejak saat itu kebutuhan gizi tidak lagi dapat
dipenuhi oleh ASI saja dan harus mendapat makanan tambahan. Dalam keadaan
produksi ASI telah normal, volume susu terbanyak yang dapat diperoleh adalah 5
menit pertama. Penyedotan atau penghisapan oleh bayi biasanya berlangsung
selama 15-25 menit.
Selama beberapa bulan berikutnya bayi
yang sehat akan mengkonsumsi sekitar 700-800 ml ASI setiap hari. Akan tetapi,
ada penelitian yang dilakukan oleh para ahli pada beberapa kelompok ibu dan
bayi menunjukkan terdapatnya variasi dimana seseorang bayi dapat mengkonsumsi
sampai 1 liter selama 24 jam, meskipun kedua anak tersebut tumbuh dengan
kecepatan yang sama.
Konsumsi ASI selama satu kali menyusui
atau jumlahnya selama sehari penuh sangat bervariasi. Ukuran payudara tidak ada
hubungannya volume air susu yang diproduksi, meskipun umumnya payudara yang
berukuran sangat kecil, terutama yang ukurannya tidak berubah selama masa
kehamilan hanya memproduksi sejumlah kecil ASI.
Pada ibu-ibu yang mengalami kekurangan
gizi, jumlah air susunya dalam sehari sekitar 500-700 ml selama 6 bulan
pertama, 400-600 ml dalam 6 buan kedua, dan 300-500 ml dalam tahun kedua
kehidupan bayi. Penyebabnya mungkin dapat ditelusuri pada masa kehamilan dimana
jumlah pangan yang dikonsumsi ibu tidak memungkinkan untuk menyimpan cadangan
lemak dalam tubuhnya, yang kelak akan digunakan sebagai salah satu komponen ASI
dan sebagai sumber energi selama menyusui. Akan tetapi, kadang-kadang
terjadinya keadaan dimana peningkatan jumlah produksi konsumsi pangan ibu tidak
selalu dapat meningkatkan produksi ASI-nya.
Produksi dari ibu yang kekurangan gizi
sering kali menurun jumlahnya dan akhirnya berhenti, dengan akibat yang fatal
bagi bayi yang masih sangat muda. Di daerah-daerah, dimana ibu-ibu sngat kekurangn
gizi sering kali ditemukan “marasmus” pada bayi-bayi berumur 1 tahun hanya
diberi ASI. (Baskoro, 2008)
3. Komposisi ASI
Kandungan zat gizi dalam kolostrum (ASI
yang pertama keluar hari pertama sampai ke tiga sesudah melahirkan ) memiliki
protein sangat yang sangat tinggi. Hal ini menguntungkan bayi yang baru lahir
karena dengan mendapat sedikit kolostrum ia sudah mendapat cukup protein yang
dapat memenuhi kebutuhan bayi pada minggu pertama. Komposisi zat gizi yang
terdapat pada asi tersebut terdiri dari:
a. Karbohidrat
Karbohidrat dalam ASI berbentuk laktosa
yang jumlahnya berubah-ubah setiap hari menurut kebutuhan tumbuh kembang bayi.
Rasio jumlah laktosa dalam ASI dan pasi adalah 7:4 sehingga ASI terasa lebih
manis dibandingkan dengan pasi. Hal ini menyebabkan bayi yang sudah mengenal
ASI dengan baik cenderung tidak mau meminum pasi. Dengan demikian pemberian asi
akan semakin sukses.
Hidrat arang dalam ASI merupakan
nutrisis yang penting untuk pertumbuhan sel saraf otak dan pemberi energi untuk
kerja sel-sel saraf. Selain itu karbohidrat memudahkan penyerapan kalsium
mempertahankan faktor bifidus di dalam susu (faktor yang menghambat
pertumbuhann bakteri yang berbahaya dan menjadikan tempat yang baik bagi
bakteri yang menguntungkan ) mempercepat pengeluaran kolostrum sebagai antibodi
bayi.
b. Protein
Protein dalam ASI lebih rendah
dibandingkan dengan pasi. Namun, protein-protein ASI sangat cocok karena unsur
protein di dalamnya hampir seluruhnya terserap oleh sistem pencernaan bayi
yaitu protein unsur whey. Perbandingn protein unsur whey dan casein dalam ASI
adalah 65:35 sedangkan dalam pasi 20:80. Artinya, protein dalam pasi hanya
sepertiga protein asi yang diserap oleh sistem pencernaan bayi yang harus
membuang 2 kali lebih banyak protein yang susah diabsorbsi. Hal ini yang
memungkinkan bayi akan sering menderita diare dan defekasi dengan berbentuk
biji cabe menunjukan adanya makanan yang sukar diserap bila bayi di berkan
pasi.
c. Lemak
Kadar lemak dalam asi pada mulanya
rendah kemudian menigkat jumlahnya. Lemak dalam ASI berubah kadarnya setiap
kali dihisap oleh bayi hal ini terjadi secara otomatis. Komposisi lemak pada
lima menit pertama isapan akan berbeda dengan 10 menit kemudian, kadar lemak
pada hari pertama berbeda dengan hari kedua dan akan terus berubah menurut
perkembangn bayi dan kebutuhan energi yang diperlukan.
Jenis lemak yang ada dalam ASI
mengandung lemak rantai panjang yang dibutuhkan oleh sel jaringn otak dan
sangat mudah dicerna karena mangandung enzim lipase. Lemak dalam berbentuk
omega 3, omega 6, dan DHA yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan sel-sel
jaringan otak. Susu formula tidak mengandung enzim, karena enzim akan mudah
rusak bila dipanaskan. Dengan tidak adanya enzim, bayi akan sulit menyerap
lemak pasi sehingga menyebabkan bayi lebih mudah terkena diare jumlah asam
linoleat dalam asi sangat tinggi dan perbandingnnya dengan pasi yaitu 6:1. Asam
linoleat adalah jenis asam lemak yang tidak dapat dibuat oleh tubuh yang
berfungsi untuk memacu perkmbangan sel saraf otak bayi.
d. Mineral
ASI mengandung mineral yang lengkap
walaupun kadarnya relatif rendah, tetapi bisa mencukupi kebutuhan bayi sampai
umur 6 bulan. Zat besi dan kalsium dalam ASI merupakan mineral yang sangat
stabil dan mudah diserap dan jumlahnya dipengaruhi oleh diet ibu. Dalam pasi
kandungan mineral jumlahnya tinggi, tetapi sebagian besar tidak dapat diserap
hal ini akan memperberat kerja usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang
merugikan sehingga mengakibatkan kontraksi usus bayi yanng tidak normal. Bayi
akan kembung, gelisah kerena obstipasi gangguan metabolisme.
e. Vitamin
ASI mengandung vitamin yang lengkap yang
dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai 6 bulan kecuali vitamin K, karena bayi
baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K. (Anton Baskoro,
2008).
4. Cara Tepat
Pemberian ASI
Ibu yang menginginkan manfaat optimal
dari pemberian ASI, pertama-tama harus paham bahwa untuk itu diperlukan dua
syarat utama, yaitu: Pertama, pemberian ASI harus dilakukan dengan baik sehingga
terjadi keberhasilan menyusui. Kedua, pemberian ASI harus dilakukan secara
eksklusif paling sedikit selama empat bulan den lebih baik lagi jika sampai 6
bulan.
Pemberian ASI yang baik adalah yng
sesuai dengan kebutuhan bayi (on demand) jika ASI diberikan ketika saat anak
ssudah terlalu lama. Jadi, keberhasilan menyusui harus diawali dengan kepekaan
terhadap waktu yang tepat untuk pemberian ASI.
Jika diperhatikan dengan baik, sebelum
menangis, bayi bisa memberikan tanda-tanda kebutuhannya akan ASI. Misalnya
berupa gerakan-gerakan memainkan mulut dan lidah atau memainkan tangan dimulut.
Namun ketepatan waktu saja tidak cukup. Buktinya, tidak jarang kegagalan dalam
menyusui masih terjadi. Jika hal itu terjadi, ibu jangan lekas berputus asa.
Harus dipahami bahwa kegagalan biasanya disebabkan tehnik dan posisi menyusui
yang kurang tepat. Bahkan tehnik dan posisi menyusui yang kurang tepat, bahkan
karena produksi ASI-nya yang sedikit. ASI sendiri sebenarnya tak pernah kurang,
karena produksinya akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Bahkan ada ibu yang
produksi ASI-nya bisa sampai dua liter per hari.
Kegagalan tehknis menyusui bisa terjadi,
misalnya karena bayi yang bersangkutan pernah menggunakan dot. Bagaimanapun,
cara minum ASI secara langsung dengan menggunakan dot sangat berbeda sekali.
Dengan dot susu sudah akan keluar walau hanya ujungnya yang di hisap. Sementara
itu apabila lngsung menyusu pada biunya bayi harus membuka mulut lebar-lebar.
Jadi, menyusu pada ibu dengan cara seperti menghisap dot tidak akan bisa
mengeluarkan ASI dengan baik.
Di luar itu, kondisi psikologis ibu juga
harus menunjang karena pengaruhnya terhadap keberhasilan atau kagagalan
menyusui sangat besar. Ada ibu yang terlalu khawatir bahwa dirinya tidak akan
bisa menyusui. Padahal, sebenarnya ibu tidak bermaslah. Justru kerena ibu
terlalu khawatir, maka proses menyusui itu tidak berhasil, dan kalau ibu yakin
dapat menyusui, maka tak akan ada masalah.
Ibu juga merasa gagal karena bayinya
hanya minum sedikit. Sebenarnya harus dilihat dulu, bagaimana keadaan bayi.
Sebab pada keadaan tertentu ia tidak membutuhkan banyak susu. Jika ibu dilanda
kecemasan seperti itu, contoh akibatnya yang jelas antara lain hormon oksitosin
ibu tidak akan keluar.Padahal hormon ini merupakan salah satu hormon yang
berperan dalam proses produksi ASI. Sebaliknya,kalau ibu merasa tenang dan
senang, maka hormon oksitosin bisa keluar serta bekerja dengan baik.
Oksitosin berpengaruh dalam proses
pengeluaran ASI dari kelenjar susu.Adanya hormon ini akan membuat otot saluran
ASI berkontraksi, sehingga ASI dalam kelenjar susu bisa keluar keujung
salurannya untuk kemudian dihisap bayi dengan mudah. Sebaliknya, selama ASI
digunakan, produksi oksitosin pun akan berlangsung terus.
Bagi ibu, manfaat oksitosin ini juga
nyata. Selain mengerutkan otot-otot saluran untuk pengeluaran ASI, hormon ini
juga mengakibatkan otot-otot polos rahim berikut pembuluh darahnya mengkerut.
Efek ini akan bekerja maksimal jika setelah melahirkan, ibu langsung mulai
menyusui bayinya. Dengan begitu maka penyempitan pembuluh darah yang terbuka
saat melahirkan bisa dipercepat. Hal ini jelas berdampak positif karena
perdarahan dirahim bekas proses persalinan akan cepat berhenti. Kalau otot-otot
dirahim mengkerut, otomatis pembuluh darah yang terbuka itu akan terjepit
sehingga perdarahan akan segera berhenti.
Khusus di Indonesia, angka kematian ibu
saat melahirkan sangat tinggi dan salah satu penyebabnya adalah perdarahan
setelah melahirkan. Padahal, sebenarnya kalau ibu melakukan pemberian ASI
dengan baik, kejadian perdarahan bisa dikurangi dan risiko kematian bisa
diperkecil. Jika perdarahan setelah melahirkan semakin cepat berhenti, maka
risiko kekurangan darah yang menyebabkan anemia pada ibu pun akan
berkurang.
5. Alasan Penundaan Pemberin Makanan
Padat Pada Bayi
a. Riset medis mengatakan bahwa ASI
membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama, bahkan pada usia
lebih dari 6 bulan. Evaluasi pada bukti-bukti yang telah ada menunjukan bahwa
pada tingkat populasi dasar pemberian ASI adalah cara optimal dalam pemberian
makanan kepada bayi.
b. Penundaan pemberian makanan padat,
dapat memberikan perlindungan yang lebih baik pada bayi. Menunda makanan padat,
dapat memberikan kesempatan pada sistem pencernaan bayi untuk berkembang
menjadi lebih matang. Biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara
psikologis, pada usia 6-9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai di berikan
sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimmanya, maka makanan tersebut
tidak dapat menyebabkan reaksi yang tidak mmenyenangkan (gangguan pencernaan,
timbulnya gas, konstipasi dan lain-lain). Tubuh bayi belum memiliki protein
pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran
dan dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya akan mendekati jumlah yang cukup
untuk mencerna makanan kasar sampai usia sekitar 8 bulan, dan enzim pencerna
kerbohidrat seperti maltase, isomaltase, dan sekrase belum mencapai level orang
dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam
jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang
dewasa.
c. Sejak lahir sampai usia antara empat
hingga 6 bulan bayi memiliki apa yang biasa disebut sebagai “usus yang
terbuka”. Ini berarti bahwa jarak yang ada diantara sel-sel pada usus kecil
akan membuat makro molekul yang utuh termasuk protein dan bakteri patogen,
dapat masuk ke dalam aliran darah. Hal ini menuntungkan bagi bayi yang
mendapatkan ASI karena zat antibodi yang terdapat di dalam ASI dapat masuk langsung
melalui aliran darah makanan selain ASI.
d. Menunda pemberian makanan padat
membantu melindungi bayi dari anemia karena kekurangn zat besi. Pengenalan
suplemen zat besi dan makanan yng mengandung zat besi, terutama pada usia 8
bulan pertama mengurangi efisiensi penyerapan zat besi pada bayi. Peneliti
menympulkan mereka tidak menemukan adanya kasus anemia di tahun pertama pada
bayi.
e. Menunda pemberian makanan padat,
membantu mengurangi resiko bayi terjadinya obesitas dimasa datang. Pemberian
makanan padat terlalu dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan
lemak dan berat badan pada anak-anak.
f. Menunda pemberian makanan padat
membantu para ibu untuk menjaga kesediaan ASI mereka. Berbagai studi menunjukan
bahwa pada bayi makanan padat akann menggantikan porsi susu dalam menunya,
makanan tersebut tidak menambah total asupan pada bayi. Makin banyak makanan
padat yang dimakan oleh bayi, maka makin sedikit susu yang dia serap dari
ibunya, dan makin sedikit susu yang diserap dari ibu berarti produksi ASI juga
makin sedikit.
6. Memerah dan menyimpan ASI
Pengetahuan tentang cara memerah,
menyimpan, dan memberikan ASI perah sebaiknya dikuasai para ibu bekerja yang
ingin menyusui bayinnya. Ibu yang bekerja di anjurkan untuk menyimpan ASI perah
minimal dua hari sebelum mulai bekerja dan meningglkan bayi. ASI sebaiknya di
perah setiap tiga jam karena produksi susu akan melimpah jika sering di
keluarkan.
ASI pada dasarnya dapat diperah melalui
tiga cara, yakni menggunakan tangan, alat manual atau memakai pompa elektrik.
Cara apapun yang dipilih, faktor keberhasilan harus tetap diperhatikan.
Sebelumnya memerahan ASI, cucilah tangan anda dengan sabun dan dengan air
hingga bersih dan sediakan wadah tertutup yang steril dan bersih untuk
menampung ASI. Kemudan, perah sedikit ASI lalu oleskan pada puting dan areola
karena air susu ibu mengandung zat anti bakteri.
Pada masa awal, ibu tidak perlu putus
asa jika jumlah ASI yang di peroleh tidak sebanyak yngdi inginkan. Untuk
menjadi terampil memerah ASI memang butuh wktu dan latihan. Karena itu, ibu
sebaiknya berlatih memerah ASI sekitr satu minggu sebelum kembali bekerja.
Selama di tempat kerja, ibu dianjurkan memerah ASI sebanyak dua sampai tiga
kali di tempat yang tenang.
Wadah untuk menampung ASI perah
sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, misalnya botol atau
cangkir tertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas, tahan dimasak
dalam air mendidih, dan mempunyai mulut lebar agar ASI yang diperah dapat
ditampung dengan mudah. Bila ASI tidak langung diberikan pastikan
penyimpanannya aman dari kontminasi dan berikan label waktu pemerahan pada setiap
wadah ASI perah. Jika ASI perah akan di berika kurang dari enam jam pada bayi,
ASI tersebut tidak perlu disimpan dalam lemari es. ASI perah t ahan enam sampai
delapan jam di ruangn bersuhu kamar 24 jam dalam termos berisi es batu, 48 jam
dalam lemari es dan tiga bulan dalam freezer.
Sebelum diberikan kepada bayi, ASI yang
dibekukan dicairkan terlebih dahulu dan diletakan dalam ruangan dengan suhu
kamar. Kemudian, wadah berisi air itu direndam dalam air hangat sebelum
diberikan kepada bayi. ASI sebaiknya diberikan dengan cangkir atau sendok agar
bayi bisa mengisap ASI sedikit demi sedikit. Sesudah diberi ASI, bayi dipegang
dalam posisi tegak agar sendawa.
B. Pengertian Menyusui
Menyusui adalah suatu proses yang
terjadi secara alami. Jadi, jarang sekali ada ibu yang gagal atau tidak mampu
menyusu bayinya. Meskipun demikian, menyusui juga perlu dipelajari, terutama
oleh ibu yang baru pertama kali memiliki anak agar tahu cara menyusui yang baik
dan benar. Menyusui artinya memberikan makanan kepada bayi yang langsung dari
payudara ibu. Menyusui adalah proses alamiah. Berjuta-juta ibu diseluruh dunia
berhasil menyusui bayinya tanpa pernah membaca buku tentang ASI. Walaupun
demikian dalam lingkungan kebudayaan kita saat ini melakukan hal yang alamiah
tidaklah selalu mudah. (utami roesli, 2004)
Pemberian ASI sangatlah penting
mengingat ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman terbaik untuk bayi dalam
masa empat sampai enam bulan pertama kehidupannya. Bayi harus segera disusui
setelah lahir. Pada dasarnya setiap ibu dapat menyusui anaknya dan hendaknya
secara tepat. (Anton Baskoro,2008).
Menemukan kami di YT
BalasHapus